Pendahuluan

Universitas Efarina menyelenggarakan pendidikan tinggi dengan program pendidikan sarjana yang merupakan program gelar strata satu (S-1) dan pendidikan vokasi yang merupakan gelar Diploma tiga (D-3) yang dilaksanakan di fakultas-fakultas di lingkungan Universitas.

    1. Program pendidikan sarjana di Universitas adalah program jenjang S-1 reguler dan ekstensi.
    2. Program pendidikan sarjana diselenggarakan berdasarkan sistem kredit semester yang berpedoman pada Pedoman Penyelenggaraan Proses Pendidikan Tingkat Tinggi atas Dasar Sistem Kredit.
    3. Program pendidikan sarjana meliputi beberapa bidang ilmu dan tiap bidang ilmu dibagi dalam beberapa departemen/program studi yang dilaksanakan oleh tiap-tiap fakultas yang sesuai dengan bidangnya atau yang paling relevan dengan bidangnya.

Beban Kredit dan Masa Studi

    1. Program pendidikan sarjana di Universitas dikelola oleh fakultas dan dijadwalkan selesai dalam 8 semester dengan beban kredit 144 – 148 SKS
    2.  Program pendidikan sarjana (ekstensi) di Universitas dikelola oleh fakultas dengan beban kredit 144 – 148 SKS. Beban kredit tersebut merupakan penjumlahan kredit mata kuliah yang diakui/ dikonversi dengan kredit mata kuliah yang harus diikuti. Masa studi yang dijadwalkan ditentukan oleh fakultas.

     

Kurikulum Fakultas dan Studi

    1. Kurikulum fakultas/program studi terdiri atas kurikulum inti dan kurikulum institusional.
    2. Beban kredit dan komponen kurikulum fakultas/ program studi ditetapkan dengan SK Rektor atas usul Dekan.

Proses belajar-mengajar diselenggarakan dalam bentuk kegiatan kurikuler yang tercantum dalam kurikulum dan dijabarkan dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP). Jenis-jenis kegiatan kurikuler yang dilaksanakan antara lain:

    1. Kuliah
    2. Praktikum Laboratorium
    3. Praktek Kerja Lapangan
    4. Perancangan
    5. Skripsi

Beban Kredit Per Semester

    1. Pengambilan Beban Kredit Program Reguler
      1. Jumlah beban kredit untuk mahasiswa baru diberikan dalam bentuk paket yaitu total SKS yang ditentukan pada semester I dan II.
      2. Mahasiswa baru harus mengambil beban kredit seluruh mata kuliah semester I yang ditawarkan (≤ 20 SKS) dan yang ditetapkan oleh tiap-tiap fakultas sesuai dengan kurikulum yang berlaku di tiap-tiap fakultas/ program studi.
      3. Beban kredit yang diambil pada semester II tidak tergantung pada keberhasilan hasil studi semester I. Besar beban kredit pada semester II yang boleh diambil adalah 40 SKS dikurangi jumlah SKS pada semester I, dan mata kuliah yang dibenarkan untuk diambil hanyalah mata kuliah yang ditawarkan pada semester I dan II. Khusus bagi mahasiswa yang pada hasil evaluasi akhir semester I menunjukkan prestasi yang baik (≥2,50), beban SKS yang diizinkan disesuaikan dengan IP yang diperoleh.
      4. Beban kredit yang dapat diambil pada semester berikutnya (semester III dan seterusnya) ditentukan dengan mempertimbangkan keberhasilan studi pada semester sebelumnya.
    2.  Pengambilan Beban Kredit Program Ekstensi
      1. Beban kredit yang ditawarkan pada semester awal ditetapkan oleh fakultas masing-masing dan harus diambil seluruhnya
      2. Beban kredit yang dapat diambil pada semester berikutnya ditentukan dengan mempertimbangkan keberhasilan studi pada semester sebelumya.

     

    Besar beban SKS maksimum yang diizinkan ditetapkan berdasarkan IP seperti tabel berikut ini :

    IP SEMESTER

    BEBAN SKS MAKSIMUM

    YANG DIIZINKAN

    ≥ 3 24
    2,50 – 2,99 22
    2,00 – 2,49 20
    1,50 – 1,99 17
    < 1,5 15

Evaluasi Keberhasilan Belajar Mahasiswa

    1. Evaluasi keberhasilan belajar yang dilakukan terhadap mahasiswa bertujuan untuk menentukan:
      1. Keberhasilan belajar mahasiswa.
      2. Beban studi yang diperbolehkan untuk diambil mahasiswa pada semester berikutnya.
      3. Kelanjutan mahasiswa dalam program pendidikan yang sedang ditempuh.
      4. Akhir masa studi mahasiswa.
      5. Putus studi.
    2. Setiap mahasiswa yang mengikuti kegiatan perkuliahan diakhiri dengan evaluasi. Untuk evaluasi mata kuliah, mahasiswa wajib memenuhi persyaratan telah mengikuti kuliah minimal 80% dari setiap kegiatan yang terjadwal pada semester berjalan serta ketentuan lain yang ditetapkan oleh fakultas.
    3. Evaluasi penentuan keberhasilan belajar mahasiswa program sarjana dilakukan dalam bentuk:
      1. Evaluasi perkuliahan dijadwalkan dalam kalender akademik dengan ketentuan:
        • Ujian tengah semester dilaksanakan minimal sekali dalam 1 (satu) semester.
        • Ujian akhir semester dilaksanakan hanya 1 (satu) kali pada akhir semester.
        • Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester mata kuliah yang diambil dengan alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan maka mata kuliah tersebut tidak diperhitungkan dalam menetapkan indeks prestasi (IP) semester.
        • Mahasiswa yang tidak dapat mengikuti ujian akhir semester mata seluruh mata kuliah dengan alasan yang dapat dipertanggung-jawabkan maka pada semester berikutnya mahasiswa dibolehkan mengambil beban kredit yang sama jumlahnya dengan beban kredit pada semester sebelumnya.
        • Nilai ujian mata kuliah ditentukan dari hasil ujian tengah semester, ujian akhir semester, dan nilai tugas-tugas atau kegiatan terstruktur lainnya dengan perbandingan bobot yang diatur oleh fakultas masing-masing.
      2. Evaluasi praktikum laboratorium 
        • Mahasiswa harus mengikuti seluruh praktikum yang dijadwalkan dan apabila tidak, harus menggantinya sesuai dengan peraturan fakultas/ departemen yang berlaku.
        • Mahasiswa diharuskan membuat laporan/ jurnal praktikum setelah selesai praktikum dan selambat-lambatnya sudah diserahakan sebelum praktikum selanjutnya.
        • Nilai akhir praktikum merupakan gabungan nilai dari pelaksanaan praktikum, laporan/jurnal, ujian praktikum, dan responsi (kalau ada).
      3. Evaluasi praktik lapangan pada fakultas yang mencantumkan praktik lapangan dalam kurikulumnya diatur dengan surat keputusan Dekan atas usul departemen/ program studi yang ketentuan dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kalender akademik.
      4. Evaluasi tugas perancangan pada fakultas yang mencantumkan tugas perancangan dalam kurikulumnya diatur Dengan Surat Keputusan Dekan atas usul departemen/ program studi yang ketentuan dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kalender akademik.
      5. Evaluasi ujian akhir skripsi diatur oleh setiap fakultas dengan memperhatikan ketentuan dan jadwal akademik dan jadwal wisuda.
      6. Mahasiswa diperkenankan memperbaiki nilai mata kuliah yang mendapat nilai C, C+, dan D selambat-lambatnya 6 (enam semester) sesudah mata kuliah tersebut pertama kali diambil, sepanjang belum melampaui masa studi maksimum. Nilai perbaikan mata kuliah tersebut harus dimasukkan ke dalam Kartu Rencana Studi (KRS) dan dihitung sebagai beban studi semester yang diambil. Nilai yang diperhitungkan untuk evaluasi adalah nilai yang tertinggi.
      7. Seluruh beban kredit program pendidikan sarjana regular harus berhasil diselesaikan selambat-lambatnya dalam batas masa studi yaitu 12 semester.
      8. Seluruh beban kredit program pendidikan sarjana ekstensi harus berhasil diselesaikan selambat-lambatnya dalam batas masa studi maksimum yang ditetapkan oleh tiap-tiap fakultas.
      9. Mahasiswa baru yang telah terdaftar sebagai mahasiswa Universitas, tetapi tanpa sesuatu alasan yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan tidak mengikuti perkuliahan pada semester I yang semestinya wajib diikutinya, dengan sendirinya dinyatakan mengundurkan diri sebagai mahasiswa Universitas.
      10. Mahasiswa yang tidak memenuhi dan melaksanakan kewajiban akademik yang secara peraturan harus dipenuhinya (dua semester), dan mahasiswa tersebut tanpa mendapat izin tertulis dari pimpian fakultas dan pimpinan Universitas maka untuk mahasiswa tersebut dengan sendirinya dinyatakan putus studi atau mengundurkan diri. Mahasiswa yang oleh pengadilan negeri dinyatakan bersalah dan telah dijatuhi hukuman pidana maka mahasiswa tersebut dengan sendirinya dinyatakan gugur haknya sebagai mahasiswa Universitas dan dinyatakan sebagai mahasiswa putus studi.
      11. Evaluasi putus studi mahasiswa program ekstensi dilaksanakan pada akhir masa studi.
    4. Perpindahan Mahasiswa Program Reguler 
      1. Mahasiswa yang terkena sanksi putus studi berdasarkan Pasal 7 ayat (8) butir a, b, dan c, dan sebelum sanksi ditetapkan dengan surat keputusan Rektor diminta untuk mengundurkan diri atau bermohon untuk pindah jenjang ke program diploma tiga (D III).
      2. Mahasiswa yang dapat pindah ke program studi diploma tiga (D III) adalah mahasiswa yang tidak mampu menyelesaikan studinya di program sarjana.
      3. Mahasiswa terlebih dahulu harus mengajukan permohonan tertulis kepada Dekan fakultas asal dan Dekan kemudian meneruskan ke Rektor untuk diproses lebih lanjut.
      4. Penerimaan mahasiswa yang pindah ke program studi diploma tiga (D III) disesuaikan dengan daya tampung pada program studi diploma tersebut.
      5. Mata kuliah yang telah lulus selama studi di jenjang program sarjana (S-1) dapat diakui (dikonversi) sesuai program diploma yang menerima.
    5. Evaluasi Akhir Masa Studi 
      1. Telah menyelesaikan seluruh beban studi dengan IP kumulatif ≥ 2,00.
      2. Telah menyelesaikan ujian skripsi
      3. Memiliki jumlah nilai D tidak melebihi 8 SKS dan dirinci dengan peraturan fakultas atau departemen.
      4. Telah memenuhi persyaratan lain yang ditentukan fakultas masing-masing.